Artikel
Ratusan Dapur MBG di Jawa Tengah Berhenti Beroperasi, Distribusi Makanan Terganggu

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah menghadapi tantangan setelah lebih dari 300 dapur penyedia makanan dilaporkan menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu. Penghentian operasional tersebut diduga berkaitan dengan belum tersalurkannya dana yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan dapur sehari-hari.
Para pengelola dapur menyebut dana operasional memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran layanan, mulai dari pembelian bahan baku, pembayaran tenaga kerja, hingga kebutuhan distribusi makanan. Ketika dana belum diterima sesuai jadwal, sebagian dapur mengalami kesulitan mempertahankan aktivitas produksi.
Dampak dari kondisi tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah sekolah yang menjadi penerima manfaat program. Distribusi makanan bergizi ke beberapa wilayah mengalami gangguan karena dapur yang biasanya memasok kebutuhan harian tidak lagi beroperasi secara normal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, mengaku telah menerima berbagai laporan dan keluhan dari pengelola dapur MBG terkait persoalan tersebut. Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencari jalan keluar agar operasional dapur dapat segera kembali berjalan.
Pemerintah berharap permasalahan administrasi dan pendanaan yang menjadi kendala dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan demikian, layanan MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dapat kembali berjalan optimal dan tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan gizi para siswa penerima manfaat.