Artikel
Jelang MPLS 2026, Orang Tua Wajib Tahu! Ini 6 Hal Penting agar Anak Siap Masuk Sekolah

JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) akan menjadi pengalaman pertama bagi jutaan siswa yang memasuki jenjang pendidikan baru pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk mendukung proses adaptasi tersebut, orang tua diharapkan memahami sejumlah ketentuan terbaru dalam pelaksanaan MPLS Ramah.
Hal pertama yang perlu diketahui adalah MPLS kini dilaksanakan selama lima hari pada minggu pertama masuk sekolah. Seluruh kegiatan difokuskan untuk membantu murid mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, kurikulum, serta membangun karakter positif sejak hari pertama.
Kedua, sekolah wajib menyosialisasikan program MPLS kepada orang tua paling lambat lima hari kerja sebelum kegiatan dimulai. Sosialisasi tersebut mencakup tujuan, jadwal, materi, aturan, larangan, hingga mekanisme pengaduan apabila terjadi pelanggaran.
Ketiga, MPLS harus bebas dari perpeloncoan, kekerasan, maupun pungutan liar. Sekolah juga dilarang memberikan tugas atau atribut yang tidak mendidik serta tidak boleh melibatkan alumni sebagai penyelenggara kegiatan. Aturan ini diterapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid baru.
Keempat, orang tua diharapkan berperan aktif mendampingi anak, mulai dari mempersiapkan kebutuhan sekolah, memberikan dukungan psikologis, hingga memastikan anak memahami tata tertib sekolah. Keterlibatan keluarga dinilai penting untuk membantu proses adaptasi siswa di lingkungan baru.
Kelima, materi MPLS tidak hanya berisi pengenalan sekolah, tetapi juga mencakup Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya sekolah yang aman dan nyaman, etika bermedia sosial, serta pembentukan karakter positif. Setelah kegiatan selesai, sekolah juga diwajibkan melakukan evaluasi dan menyampaikan hasil pelaksanaan kepada orang tua.
Dengan memahami berbagai ketentuan tersebut, orang tua diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menciptakan pengalaman MPLS yang menyenangkan sekaligus membantu anak lebih percaya diri dalam memulai perjalanan pendidikan di lingkungan barunya.