Artikel
Mitra MBG Sumbar Mengaku Diintimidasi Jelang Demo, BGN Bantah Larang Relawan

Polemik seputar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah sejumlah mitra dan relawan di Sumatera Barat mengaku mendapatkan tekanan atau intimidasi menjelang aksi yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi terkait keberlanjutan program tersebut.
Beberapa mitra menyatakan adanya kekhawatiran dalam mengikuti kegiatan penyampaian pendapat karena merasa mendapat peringatan atau tekanan dari pihak tertentu. Mereka berharap setiap pihak yang terlibat dalam program dapat diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi secara terbuka.
Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) membantah tuduhan bahwa lembaganya melarang relawan maupun mitra MBG untuk mengikuti aksi atau menyampaikan pendapat. BGN menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut BGN, tidak ada instruksi resmi yang melarang relawan atau mitra untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyampaian pendapat. Lembaga tersebut juga menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
Di tengah polemik yang berkembang, sejumlah relawan dan pekerja SPPG di berbagai daerah memang tengah menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Mereka menilai program tersebut memiliki manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi banyak tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur dan distribusi makanan.
BGN menyatakan bahwa berbagai masukan dari masyarakat, mitra, maupun relawan akan menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan program. Lembaga itu juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan komunikasi yang konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.
Perdebatan yang muncul menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini berjalan di berbagai daerah. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat menjaga transparansi serta memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan masukan demi perbaikan program ke depan.