Artikel
Gubernur NTB Ingatkan Dapur SPPG Fokus Pelayanan, Bukan Keuntungan Berlebihan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya. Ia menegaskan bahwa seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menjalankan program sesuai aturan yang berlaku, termasuk terkait besaran margin keuntungan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Gubernur NTB, MBG merupakan program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya. Karena itu, orientasi utama program tidak boleh bergeser menjadi ajang mencari keuntungan berlebihan.
Ia menilai keberhasilan MBG sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam menjaga kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta transparansi pengelolaan anggaran. Pengelola dapur diharapkan mampu menjalankan program secara profesional tanpa mengurangi kualitas layanan demi memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjamin manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
Selain itu, Gubernur NTB mengajak seluruh mitra dan pengelola SPPG untuk melihat program ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan akuntabel, MBG diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat.