Artikel

Perguruan Diponegoro Kisaran

Klaim Berizin Lengkap, Hasil IKL Dapur SPPG Surabaya Ternyata Tak Penuhi Syarat Kesehatan

Klaim Berizin Lengkap, Hasil IKL Dapur SPPG Surabaya Ternyata Tak Penuhi Syarat Kesehatan

Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya kembali memunculkan temuan baru terkait dapur penyedia makanan.

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelumnya menyatakan bahwa dapur pengolahan makanan telah memiliki izin lengkap, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) menunjukkan fakta berbeda.

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa dapur SPPG yang bersangkutan belum sepenuhnya memenuhi syarat kesehatan lingkungan yang ditetapkan. Beberapa aspek yang disorot antara lain kebersihan area pengolahan makanan serta sistem pengelolaan lingkungan dapur.

Padahal, makanan yang diproduksi dari dapur tersebut setiap hari didistribusikan ke sejumlah sekolah dan dikonsumsi oleh ratusan siswa. Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah munculnya kasus gangguan kesehatan pada para siswa.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh rantai proses, mulai dari pengolahan bahan baku, proses memasak, distribusi makanan, hingga kondisi penyimpanan. Tujuannya untuk memastikan sumber masalah yang menyebabkan dugaan keracunan.

Selain itu, pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala juga masih dilakukan oleh pihak terkait. Sementara dapur SPPG tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut sebelum keputusan final dikeluarkan.

← Kembali ke daftar artikel