Perguruan Diponegoro Kisaran

Ahli Psikologi Mengatakan Kestabilan Emosional Anak Lebih Penting Daripada Sekadar Nilai Bagus

Ahli Psikologi Mengatakan Kestabilan Emosional Anak Lebih Penting Daripada Sekadar Nilai Bagus

Klik gambar untuk membuka tautan

Seorang ahli psikologi anak menekankan bahwa kestabilan emosional anak di sekolah sering kali lebih penting daripada sekadar mencapai nilai akademik yang tinggi. Kondisi emosional yang stabil membantu anak merasa
aman, nyaman, dan siap belajar setiap hari. Ketika anak bisa mengatur perasaan, menghadapi tantangan, dan berinteraksi dengan teman maupun guru secara baik, proses belajarnya biasanya berjalan lebih lancar dan anak pun lebih siap menerima pelajaran di kelas.Tekanan berlebihan untuk selalu mendapatkan nilai bagus justru bisa membuat anak merasa stres atau takut gagal. Jika hal ini terjadi terus-menerus, kemampuan anak untuk berkonsentrasi, berpikir kreatif, dan membangun hubungan dengan orang lain bisa terganggu. Karena itu, kemampuan mengelola emosi seperti tenang saat dihadapkan soal yang sulit atau tidak mudah putus asa ketika menerima kritik menjadi bagian penting dari proses belajar yang sehat.
Lingkungan sekolah yang mendukung kestabilan emosional anak juga penting, yang mencakup seperti suasana kelas yang ramah, komunikasi yang baik antara guru dan siswa, dan hubungan yang baik dengan teman sebaya. Dengan memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan perasaan secara sehat, guru dan
orang tua bisa membantu anak tumbuh dengan rasa percaya diri dan kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi, dan bukan hanya sekadar mengejar angka di raport.

Sejumlah ahli psikologi anak menegaskan bahwa kestabilan emosional anak memiliki peran yang jauh lebih penting dibandingkan pencapaian nilai akademik semata. Penilaian terhadap keberhasilan anak tidak seharusnya hanya berfokus pada angka di rapor, melainkan juga pada kesehatan mental dan emosional mereka.

Psikolog anak menyebutkan bahwa anak dengan kondisi emosional yang stabil cenderung lebih mampu mengelola stres, menghadapi tekanan, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Hal ini menjadi fondasi utama dalam proses belajar dan perkembangan anak secara menyeluruh.

“Anak yang emosinya sehat akan lebih siap menghadapi tantangan, termasuk kegagalan. Mereka tidak mudah cemas dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik,” ujar seorang psikolog anak dalam keterangannya.

Sebaliknya, anak yang terus dibebani tuntutan akademik tanpa dukungan emosional yang memadai berisiko mengalami gangguan psikologis, seperti kecemasan berlebih, stres, hingga depresi. Tekanan untuk selalu meraih prestasi tinggi dapat membuat anak merasa takut gagal dan kehilangan rasa aman.

Para ahli juga menekankan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan anak di masa depan. Kemampuan mengelola emosi, berempati, serta bangkit dari kegagalan dinilai lebih menentukan keberhasilan jangka panjang dibandingkan prestasi akademik semata.

Oleh karena itu, orang tua dan pendidik diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi emosional anak. Memberikan dukungan, mendengarkan perasaan anak, serta menghargai proses belajar dinilai dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan emosional.

“Nilai akademik memang penting, tetapi kebahagiaan dan kestabilan emosional anak adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan,” tutupnya.

← Back to Artikel

oasis, oasistogel, oasistogel wap, oasistogel login, slot online

slotgacor , slotonline, primegroup, prime engine

slotgacor , slotonline, oasistogel, oasistogel wap, oasistogel login